Jumat, 19 Mei 2017

#TM12.Strategi Pembangunan Transportasi Perkerataapian

Strategi Pembangunan Transportasi pengkeretaapian yang ada kaitannya

 

NO

Item

Strategi

Contoh 

Sumber

UU/Peraturan

1.

Keselamatan dan Pelayanan

Strategi yang dilakukan adalah pengujian dan pelaksanaan random check sarana

Melakukan peningkatan fasilitas peralatan penanganan kecelakaan kereta api, penyusunan Peraturan Menteri tentang pedoman tanggap darurat, peningkatan sistem pelaporan kecelakaan kereta api dan lain-lain.

http://dephub.go.id/post/read/road-map-to-zero-accident-pemerintah-transformasi-lima-pilar-keselamatan-dan-keamanan-transportasi-57009

Peraturan Menteri Perhubungan nomor 31 tahun 2012 tentang perizinan penyelenggaraan sarana perkeretaapian umum yang materinya memuat Izin usaha penyelenggaraan sarana perkeretaapian umum

2.

Jumlah Armada dan Utilitasnya

Strategi yang dilakukam adalah dengan keefesiensian dalam daya tarik lokomotif

Memperbanyakarmada kereta sebagai angkutan massal sesuai kebutuhan

http://peraturan.go.id/inc/view/11e44c4ed31c29e095f0313231363536.html

Undang undang nomor 22 tahun 2007 Tentang Pengkeretapian

3.

Kapasitas Lintas

Strategi dalam meningkatkan kapasitas lintas kereta

Menggunakan sistem rel parsial Double Track

https://portal.mahkamahkonstitusi.go.id/eLaw/mg58ufsc89hrsg/uu232007.pdf

Undang undang nomor 22 tahun 2007 pasal 3 ayat 1

4.

Aksesibiltas

Melalui Pendekatan pengembangan kereta api sebagai angkutan massal berbasis jalan rel

Mengadakan sistem kereta LRT (Light Rail Train) sebagai penggunaan secara massal  

http://jdih.jakarta.go.id/uploads/default/produkhukum/PERGUB_NO.211_TAHUN_.2016_.pdf

Pergub no 211 tahun 2016

5.

Pembangunan Lintas Baru

Pengembangan lintas rel baru di pulau jawa memfokuskan untuk angkutan penumpang

Pembangunan kereta cepat jakarta bandung

https://kai.id/

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2008 tentang RTRW Nasional

 

 

Strategi Pembangunan Transportasi pengkeretaapian yang ada kaitannya dengan Moda Transportasi Lainnya

 

NO

Strategi

Moda

Sumber/Link

1.

Aksesibilitas (Adanya Jasa Transportasi Online akan berpengaruh pada pengkeretapian)

Darat

http://www.kompasiana.com/ulihape/transportasi-online-solusi-untuk-siapa_58d52e4b60afbda715a718ad

2.

Kapasitas lintas(dengan adanyan kapal antar pulau kereta akan mengalami penurunan penumpang)

 

https://www.merdeka.com/uang/mudik-lebaran-2017-kereta-api-ditargetkan-angkut-8352-sepeda-motor.html

3.

Utility(meningkatkanya jumlah armada pesawat dapat menurunkan ketertarikkan penumpang ke kereta api daerah)

Udara

http://www.dephub.go.id/post/read/diskusi-litbang-evaluasi-2013-keselamatan-penerbangan-meningkat-60559

 

Realisasi program pembangunan Transportasi Perkeretaapian

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 11 Mei 2017

#TM-11 Strategi Pembangunan Transportasi Udara

 

STRATEGI PEMBANGUNAN TRANSPORTASI UDARA

 

NO

Pelayanan

Sarana

Prasarana

1.

On Time Perfomance

Armada

Bandar Udara

2.

Optimalisasi Implementasi Standar

Sertifikasi dan kelaikan udara

Melakukan strategi Optimalisasi,Pendanaan,Eco airport ,dan otomatisasi

3.

Prosedur peraturan di bidang keselamatan

Pembatasan masuknya pesawat pesawat yang umurnya telah melewati 20 tahun

Meningkatkan navigasi penerbangan

 

No

Strategi

Definisi

Konvensi

UU/Peraturan

Organisasi ICAO

1.

RSVM

Pengaturan Pemisahan jarak vertikan antar pesawat di jalur yang sama

International civil aviation : a commentary

Peraturan Menteri perhubungan KM 41 Tahun 2001

ICAO DOC 9937 &

PART 91.Appendix G

2.

ELT

Sebuah suar untuk menentukan dimana posisi pesawat yang dipancarkan melalui sinyal radio

SAR Controllers Workshop 2017 NOAA

UU Republik Indonesia No 29 Tahun 2014

Annex 6, dan Annex 10

3.

NASC

Komite yang melaksanakan kegiatan keamanan di penerbangan

 

HIGH-LEVEL CONFERENCE ON AVIATION SECURITY (HLCAS)

 

UU Republik Indonesia NO 3 Tahun

Annex 17

 

 

 

 

 

Sumber : - http://hubud.dephub.go.id/files/km/2001/KM%2041.pdf

               - https://drive.google.com/file/d/0B-Aga82DF6ojcFMtNERtdmhkYzg/view

               - http://cockpitdata.com/Category/ICAO%20Annexes(1,2,3)

               - http://www.peraturan.go.id/uu/nomor-29-tahun-2014.html(2)

               - https://www.icao.int/publications/Pages/doc-series.aspx(1)

 

 

        

Jumat, 05 Mei 2017

#TM-10 Strategi Pembangunan Tranportasi Laut

 Strategi Pembangunan Transportasi Laut

1. Strategi untuk meningkatkan Pelayanan Transportasi Laut
1. Peningkatan kualitas pelayanan
2. Peningkatan peranan transportasi laut terhadap pengembangan dan peningkatan daya saing sektor lain
3. Peningkatan dan pengembanan sektor transportasi sebagai urat nadi penyelenggaraan sistem logistik nasional
4. Penyeimbangan peranan BUMN,BUMD,Swasta dan koperasi
5. Opimalisasi penggunaan fasilitas yang ada
6. Pengembangan kapasitas Transportasi Laut
7. Peningkatan Pelayanan pada daerah tertinggal
8. Peningkatan Pelayanan untuk kelompok masyarakat tertentu
9. Peningkatan pelayanan pada keadaan darurat

2. Strategi Untuk Meningkatkan Pengusahaan Transportasi Laut
A. Peningkatan Efisiensi Daya Asing
B. Penyederhanaan perijiinan dan Deregulasi
C. Peningkatan penerimaan dan pengurangan susbsidi
D. Peningkatan penerimaan dan  pengurangan subsidi
E. Peningkatan aksesibilitas perusahaan Nasionak Transportasi  ke lua negeri
F. Peningkatan prproduktivitas dan efisiensi perushaan jasa transportasi laut
G. Pembinaan Badan Usaha Milik Negara(BUMN)

3. Strategi Meningkatkan Pembinaan Pengusahaan Pelabuhan
A. Peningkatan efisiensi dan daya saing
B. Penyederhanaan perijinan dan deregulasi
C. Peningkatan standarisasi pelayanan dan teknologi
D. Pembinaan Badan Usaha Milik Negara(BUMN)

4. Strategi untuk meningkatkan Pelayanan Keselematan Pelayaran
A. Perawatan sarana dan prasarana keselamatan pelayaran
B. Optimalisasi penggunaan fasilitas yang ada
C. Pengembangan kapasitas

5. Strategi untuk meningkatkan Keselamatan dan Keamanan Transportasi Laut
A, Peningkatan keselamatan Transportasi Laut
B, Peningkatan keamanan Transportasi Laut


Term Of Trade
Term Of Trade CIF untuk ekspor tidak hanya berdampak pada peningkatan value(nilai) devisa saja, namun juga ke sektor ekonomi lainnya seperti sektor pada pajak, logistik, industri perkapalan,kepelabuhan dan pengangkutan dan asuransi dalam negeri. Penetapan Term Of Trade dilakukan untuk berpihak kepada industri pelayaran nasional,yang dapat membuat meningkatnya kinerja dari industri pelayaran Indonesia 

CIF : Eksportir menanggung biaya pengiriman sampai ke pelabuhan negara tujuan termasuk biaya asuransinya 

Contoh : Perusahaan A menjual bahan kimia kepada perusahaan B seharga 1000 Dollar perkilonya dengan klausul CIF. Jadi, Perushaan B membeli dengan harga yang lebih mahal lagi , tapi bisa saja jatuhnya uang yang keluar sama atah bahkan lebih sedikit.

FOB : Hanya menanggung biaya pengiriman ke pelabuhan ke negara asal(pelabuhan terdekat eksportir)

Contoh : Perushaan A menjual bahan kimia kepada perusahaan B seharga 500 Dollar perkilonya dengan klausul FOB. Jadi perusahaan B memang hanya membeli seharga 500 Dollar, tapi biaya transport di atas lautnya menjadi tanggung jawab perusahaan B> ada kemungkinan perushaan mengeluarkan uang lebih banyakn lagi untuk benar benar mendapatkan barang pesanannya.

Asas Cabotage 
  Dari Implementasi Intruksi presiden No 5 tahun 2005 tentang pembedayaan industri pelayaran, menerapkan Asas cabotage. Asas cabotage merupaka kegiata yang dilakukan oleh perushaan ankutan laut Nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia dan perusahaan serta kapal Indonesia

Tujuan Asas Cabotage :
1. Melindungi kedaulatan negara
2. Mendukung perwujuda wawasan nusantara
3. Memberikan kesempatan kepada perusahaan angkutan laut lokal

Pemerintah yang menerapkan Asas Cabotage
1. Kementerian Koordinator Bidang pereekonomian
2. Kepala badan Perencanaan Pembangunan
3. Kementerian Perhubungan
4. Kementerian Keuangan
5. Kementerian Dalam Negeri
6. Kementerian Perindustrian
7. Kementerian perdagangan
8. Kementerian Kehutanan
9. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
10. Kementerian Perikanan dan Kelautan

Pada Pasal 8 ayat 1 & 2 UU no 17 tahun 2008 tentang pelayaran terdapat Eksistensi asas cabotage
yang menyatakan bahwa kegiatan angkatan laut dalam negeri dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawali oleh awak kapal berkewanegaraan Indonesia.
Kapal asing dilarang mengangkut penumpang dan barang antar pelabuhan di wilayah perairan Indonesia

5. Implementasi ISPS-Code
  ISPS-Code merupakan International Ship  and port Facility, yaitu kode untuk keamanan Internasional kapal dan fasilitas pelabuhan dimana ISPS-code aturan yang mengenai langkah langkah untuk meningkatkan keamanan terhadap ancaman yang dirasakan dapat terjadi terhadapa fasilitas pelabuhan.
   ISPS merupakan aturan yang menyelurh mengenai langkah langkah untuk meningkatkan daya  keamanan dari kapal dan pelabuhan, aturan ini dikembangkan untuk tanggapan terhadap ancaman yang dirasakan dapat terjadi karena kapal dan fasilitas pelabuhan.
    Tujuan dari ISPS adakah untuk menyediakan standar strategi untuk keamanan dan stanndar kerja yang efektif dan kosisten untuk mengurangi resiko.


       
     


Kamis, 27 April 2017

#TM-9.270417.Thu.StrategiTransportasiDarat

Strategi Pembangunan Angkutan Jalan

1. Kendala : Dalam angkutan jalan ada suatu kendala pembangunan transportasi darat telah diarahkan pada pengembangan transportasi jalan,kereta api,fasilitas umum,rambu rambu,sungai, danau, dan Jembatan Penyebrangan,Lalu ada juga kendala di penyediaan lahan untuk melakukan pembangunan jalan.

2. Strategi : 
   1. Memanfaatkan lahan dengan efektif
   2. Penyediaan fasilitas keselematan jalan
   3. Penyediaan Subsidi keperitisan dan sarana keperintisan

3. Pada Undang undang no.22 tahun 2009 Tentang lalu lintas dan Angkutan Jalan dan Undang undang no 38. tahun 2004 tentang jalan 


Angkutan Penyebrangan

1.Kendala : Pengembangan angkutan penyebrangan dalam jangka panjang yang di rapatkan dengan pembangan angkutan jalan. Strategi yang dipakai yaitu adalah strategi Subtitusi dan Komplementer 


2, Strategi : 
       Strategi Subtistusi : akan dilakukan apabila angkutan penyebrangan tidak dibutuhkan kembali, sehingga dibutuhkan relokasi ke tempat lain yang membutuhkan. 
       Strategi Kompelementer : angkutan penyebrangan mampu bersinergi dengan angkutan jalan.

3. Pada Undang Undang Tahun 17 tahun 2008 tentang pelayaran dan PP no 7 Tahun 2000


Strategi Pembangunan Transportasi Perkotaan

1. Kendala : dikarenakan berkembangnya angkutan perkotaan yang pesat dan jumlah angkutan di perkotaan yang mebludak dikarenakan manusia yang tinggal di suatu kota tersebut.

2 Strategi : Mempertimbangkan aspek besarnya skalanya pelayanan secara berkelanjutan dengan pengembangan angkutan di perkotaan, mass transportation. melakukan ramah lingkungan seperti mobil hybrid yang hemat bbm. 
  
3. Undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan ngkutan Jalan



Strategi Pembangunan Transportasi Perkotaan

1. Angkutan massal yaitu angkutan yang dapat digunakan oleh masyarakat umum dan di gunakan secara massal atau bersamaan,demi memberi efiensi waktu, tempat, dan biaya suatu wilayah .

 why : Karena angkutan massal dapat menghemat efisiensi waktu, tempat dan biaya untuk perkotaan tersebut.

2. Kota Aglomerasi yaitu Kota yang memilki kependudukan besar/banyak yang menjadi pusat suatu perekonomian dan akan terciptanya kota yang berkembang pesat,.

3. Contoh strategi penerapan strategi pembangunan Transportasi perkotaan yang ada Hubungannya dengan Angkutan Massal Dan kota Aglomerasi 


   Kereta Api  adalah sebuah transportasi massal  yang di produksi untuk menanggulangi kemacetan di pusat kota. Kereta api ini bisa digunakan berbagai kalangan masyarakat kota. 
   Hubungan dengan Aglomerasi dan Strategi Pembangunan Transportasi Massal adalah kendaraan tersebut digunakan secara massal atau secara bersama sama dalam melakukan perjalanan satu daerah atau ke antar daerah lainnya

   
    
Contoh Strategi Pembangunan angkutan Penyebrangan

1. Sinergi : Digunakan karena dalam hal tersebut angkutan jalan akan terpadu dan bekerja sama dengan angkutna penyebrangan

2. Komplenter adalah pelengkap atau penyempurna angkutan penyebrangan
    why : digunakan untuk lebih mengacu kepada optimilasasi sistem angkutan penyebrangan.

3. Derived Demand : permintaan terhadap transportasi apabila suatu kota mengalami pengiriman
  why : karena penyebranganan akan selalu dibutuhkan dalam permintaan pengiriman maupun transportasi manusia antar negara
Sumber : http://www.suarasurabaya.net/print_news/Kelana%20Kota/2015/151077-Negara-ASEAN-akan-Segera-Dilalui-Bus-Damri-antar-Negara
 
               

Jumat, 21 April 2017

#210417TM8 PTL(1)


SOAL NOMOR 1
A. Derived Demand adalah Permintaan barang dari tempat asal(destination) yang mengalami penurunan/defisit dan tempat yang mengirim(origin) akan mengalami surplus/kenaikan
    Place Utility adalah kenaikan/tambahan nilai ekonomi atau nilai kegunaan dari suatu komoditi yang diciptakan dengan mengangkutnya dari suatu tempat, dimana barang tersebut mempunyai kegunaan yang lebih kecil ke tempat dimana barang tersebut mempunyai kegunaan yang lebih besar

   Hubungannya adalah apabila terjadi Place Utility maka akan terjadi juga Derive Demand

B.Untuk memproduksi barang membutuhkan proses Forecasting, dan proses Forecasting itu peramalan dimana produsen  memperkirakan berapa banyak ia harus memproduksi barang yang sudah diperkirakan mencapai target

C. Time Utility adalah daya nilai guna suatu barang akan lebih berguna pada suatu waktu waktu daripada waktu lainnya
     Value Of Service Adalah Pematokan harga pada suatu produk.Semakin bagus produknya semakin diberikan pelayanan ke produk tersebut. 
            
D.Operational Planning adalah rencana produksi,Logistical Coordination yaitu aliran informasi dari customer /Consumer ke market supply, dan manajemen material adalah  prosesnya sudah mengawasi produksi barang. 
Jadi Operational Planning dan Logistical Coordination masuk ke dalam aliran informasi bukan ke dalam fisik apabila manajemen material bisa disebut aliran fisik


SOAL NOMOR 2
A . Intermodal adalah proses pengangkutan barang melalui beberapa moda yang dilakukan dengan sistem terhubung secara mulus dan efisien

B. Intermodality itu proses pengangkutan barang yang saling berhubungan dan berbagai kombinasi moda. Sedangkan menurut MT Convention 1980 adalah suatu pengangkutan barang dari suatu negara yang akan dituju yang membutuhkan 2 moda transportasi yang berbeda.

Hubungannya antar keduanya adalah pengangkutan barang yang saling berhubungan dan membutuhkan kombinasi moda

C. Tren atau komponen yang penting Derived Demand untuk Integrated Logistics yaitu :
  • Keahlian dalam industri dan berbisnis
  • Kecepatan pengiriman produksi
  • Globalisasi Ekonomi
  • Berintegrasi dari produksi ke customer 

D.1. Kecepatan pengiriman produks masuk pada Value  Of Service
    2. Keahlian Industri dan bisnis masuk pada Value Of Service
    3. Globalisasi Ekonomi masuk ke Derived Demand
    4. Berintegrasi dari produksi ke customer masuk pada Value Of Service

SOAL NOMOR 3
 A.3 alternatif Transportasi
         1. Private 
             Menggunakan transportasi  dengan cara membeli/menyewa
         2. Contract (kontrak)
             Menggunakan transportasi melalui charter/ dengan kontrak
         3. Common Carriage( angkutan umum)
             Menawarkan pengangkutan dengan biaya tertentu.
B. Kelebihan dan Kekurangan
   1. Private
       Kelebihan     : Bisa digunakan kapanpun dan sesuai dengan kebutuhan
       Kekurangan  : Tenaga menjadi terpakai
   2. Contract 
       Kelebihan     : Bisa dijaminkan perjanjian waktu dan bisa menghemat tenaga
       Kekurangan  : Memiliki beberapa persyaratan dan batas waktu
   3. Common Carriage 
       Kelebihan     : Dapat digunakan oleh siapapun dan dapat di gunakan secara bersamaan
       Kekurangan  : Lebih lambat
       
C. Produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan oleh siapapun yang mampu memproduksi suatu produk
       Material adalah bahan mentah sebelum menjadi sebuah produk 
D. Integrated logistics dibagi menjadi 2 macam
     1. Logistical Coordination
Logistical Coordination merupakan struktur dari manajemen distrubusi,materials,dan pemindahan persedian Internal. 

     2. Logistical Operation     
Lalu Logistical Operation mencocokan dari berbagai perbedaan barang yang berdasasrkan permalan,pengolahan,pesanan,perolehan produk,perencanaan kebutuhan material.

   Total cost adalah harga keseluruhan dari biayan dalam logistik terpadu hubungan antara 2 subjek yaitu adalah total cost yang didapatkan dari logistical coordination.

SOAL NOMOR 4
A. Peran MTO dalam pengiriman FCL dan LCL adalah bertanggung jawab atas dokumen yang akan dibawa barang tersebut seperti perjanjian atau kontrak yang telah disepakati 
oleh shipper dan consignee tersebut.
B. Peran MLB menyebabkan transport cost daripada all water services karena pada pengiriman barang material biaya sudah mahal lalu bila barang jadi yang membutuhkan 2 moda sekaligus sehingga manjadi 2 kali bayar.
C. CY(Container Yard) :Tempat penumpukan negara asal sampai ke tempat penumpukan negara 
 tujuan
  CFS(Container Freight Station) : pengiriman barang dengan mode narang diambil langsun dari gudang dan aka dikirim kan ke gudang penerima.

Seller memakai antara term of service karena sesuai dengan kebutuhan seller

D. Terms of services MTO bahwa pegiriman dari seller dan oenerimaan barang ke buyer dengan pengoordinasian antara darat,lait,dan udara yang mencakup penerimaan,pengiriman dengan cara door to door, dan penyimpanan.


SOAL NOMOR 5
A. G : Perencanaan Operasi
     H : Non Manufacturing yang secara tidak langsung
     I   : Manufacturing : Perencanaan yang secara langsung terlibat dengan proses produksi
B. 


C. A : Pasar Konsumen dan Pasar Langganan
    N  : Penjual dan Pasar Suplai

 Peran Konsumen dan Pasar Langganan adalah untuk mengkomsumsi produk yand diproduksi oleh pasar sulpai dan penjual
Peran Penjual adalah untuk memproduksi untuk dikonsumsi oleh pasar konsumen yang dijual di pasar Konsumen 

D. Keterkaitan Penjual dan Pasar Konsumen terhadap Manajemen Distribusi fisik dan manajemen adalah manajemen tersebut juga operasional dari pasar produksi ataupun pasar konsumen. Jika tidak ada manajemen tersebut, Operasional tidak akan beroperasi.


Minggu, 02 April 2017

#020417 TM-7. Rangkuman

TM-2 Definisi Multimodal Transport dan Multimodal Transport Operator

1. Definisi Transportasi
"It can be argued that transportation is the glue that holds the supply chain together. The external forces driving change include globalization, technology, supply chain integration and consolidation, consumer empowerment, and goverment regulation and policy. Each of these five forces deserves some additional consideration in the present context."mengutip dari buku tentang Transportation a supply chain perspective chapter 1 halaman 5 karya Coyle-Novack-Gibson-Bardi

 Transportasi adalah kegiatan pemindahan barang,informasi,dan manusia yang digerakkan oleh manusia dan mesin dari tempat asal (origin) menuju ke tujuan (destinasi) yang akan dituju.Jadi transportasi adalah alat bisnis untuk melakukan pengiriman pasokan pasokan untuk mempermudah kan manusia untuk melakukan bisnis.

2. Definisi Multimodal Transportasi
  Pada buku MT convention 1980 pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa "International multimodal transport means the carriage of goods by at least two different modes of transport on the basis of a multimodal contract from a place in one country at which the goods are taken in charge by the multimodal transport operator to a place desingnated for delivery situated in a differen country. The operations of pick-up and delivery of goods carried out in the perfomance of unimodal transport contract, as defined in such contract, shall not be considered as international multimodal transport."

   Transportasi multimodal internasional berarti pengangkutan barang oleh setidaknya dua mode yang berbeda dari tranport atas dasar kontrak transportasi multimoda dari tempat di satu negara di mana barang yang diambil jawab oleh operator trasport multimodal ke tempat desingnated untuk pengiriman terletak di negara yang berbeda. Operasi pick up dan pengiriman barang dilakukan di perfomance jika kontrak transportasi unimodal, sebagaimana didefinisikan dalam kontrak tersebut, tidak akan dianggap sebagai transportasi multimodal internasional

3. Definisi Multimodal Transportasi
  Masih pada buku yang sama pada pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa "Multimodal Transport Operator means any person who on his own behalf or through  another person acting on his behalf concludes a multimodal transport contract and who acts as a pricipal, not as an agent or on behalf of the consignor or of the carriers participating in the multimodal transport operations, and who assumes responsibility for the perfomance of  the contract." 
    Menurut pendapat saya Multimodal transport Operator adalah untuk mengatur transportasi barang dengan menggunakan lebih dari satu mode transportasi dan mengeluarkan dokumen transportasi untuk meriwayatkan perjalanan kargo tersebut. Multimodal Transport Operator patokan kewajiban untuk seluruh transportasi sesuai dengan kontrak antar pedagang.


TM-3 Definisi Derived Demand

Definisi Derived Demand
   Menurut pendapat yang di jelaskan di buku Coyle Transportation a Supply Chain menyatakan bahwa " The Demand for trasnportating a product from a given location depends on the existence of demand to consume or use that product in the distant location. Freight is not usually transported to another location unless there is a need for the product." "The derived demand characteristics imply that freight transportation would not be effected by transport carrier actions." Derived Demand Chapter 1 paragraf 1 dan 2 halaman 12.

   Derived Demand adalah permintaan mengangkut produk ke lokasi yang diberikan bergantung permintaan produk yang diminta untuk mengkonsumsi atau menggunakan produk tersebut ke tempat yang jauh.Barang biasanya tidak diantar ke lokasi kecuali memang ada kebutuhan untuk membuat produk tersebut.

Definisi Value Of Service
  Mengutip dari buku yang sama menyatakan bahwa Value Of Service itu adalah "Considers the impact of transportation costs and service on the demand for the product. Lower trasnportation costs can cause a shift in demand for transportation among the modes and the specific arriers. it can also affect the demand to transport freight over a specific traffic lane where several carriers are competing for the traffic. The impact of transportation costs on the demand for a product at a given location isialy focuses on what we call the landed cost of the product. The landed Cost  of the product includes the cost of the product at the source, the cost to transport the product to its destination, plus any ancililary expenses such as insurance or loading costs. if the landed cost of the product is lower than of other sources, there will usually be a demand for that product and also dor the transportation of that product from its's origin point."

 Biaya transportasi dan layanan pada permintaan untuk produk. Bia biaya transportasi lebih rendah akan menyebebakan pergeseran dalam permintaan untuk transportasi antara mode operator spesifikasi. Dan bisa mempengaruhi permintaan untuk transportasi kargo atas jalur lalu lintas spesifikasi yang mana beberapa operator bersaing untuk lalu lintasnya.


TM-4 Toward Integrated Logistics

    Logistik adalah proses kegiatan mengelola barang untuk dipindahkan dan disimpan, berupa barang material, parts dan barang jadi ke supplier ke customer. Material tersebut berupa bahan bahan mentah yang telah melalui proses produksi atau yang belum diproses. Parts adalah bagian bagian dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan dan siap untuk dirakit.
   Tujuan dari kinerja adalah untuk menggapai tingkat yang telah ditetapkan pasar manufaktur pada pada pengeluaran total biaya terendah. Logistik mempunyai tanggung jawab yang mendasar untuk merencanakan dan mengelola sebuah sistem operasi yang mampu mewujudkan tujuan ini. Dalam luasnya tanggung jawab sistem administrasi dan perencanaan, banyak detail dan tugas tugas yang kompleks. Ciri ciri logistik adakah integrasi dari berbagai dimensi dan untuk penyimpanan dan pemindahan dengan cara strategis. 

Berikut ialah  sejarah perkembangan Logistik dari tahun ke tahun.

1. Logistik sebelum tahun 1950 ( Menuju logistik yang terintegrasi)
  - Prioritas tempat pemasaran modern ditempakan pada berikut
  (1) Baris Proloferasi, 
  (2) Jual produk identik luas melalui berbagai saluran pemasaran dan beragam jenis pengecer, 
 (3) Penjualan yang luas dari produk yang terdapat jasa,dikombinasikan untuk menciptakan kebutuhan yang baru dan kurang untuk dukungan fisik pemasaran

2. Tahun 1956-1965 (crystallization)
   Ada banyak faktor yang memberikan kontribusi kepada pengembang logistik, yaitu 4 arti khusus.
   1. Pengembangan total biaya analisis
   2. Penerapan sistem teknologi untuk mengembangkan hubungan dengan kompleks.
 3. Kinerja logistik bisa membuat terangsang generasi pendapatan sebagai hasil dari kineja pelanggannya
  4. Pengembangan dapat di bantu oleh peningkatan kesadaran akan pentingnya waktu, risiko, dan komitmen daya logistik secara keseluruhan.

3.Tahun 1965-1970 (Periode pengujian untuk Relevansi)
  Periode 1965 1970 adalah waktu dimana saat konsep dasar dari logistik yang akan diuji. hasilnya manfaat diprediksi akan menjadi konsep logistik lulus uji waktu.
    Manajemen barang dikembangkan sebagai penetapan area untuk memperoleh dan menghasilkan yang mengacu kapada bahan material/mentah untuk kegiatan produksi

 4. Tahun 1970-1978( Periode Perubahan Prioritas)
    Akhirnya, mungkin dampak yang paling signifikan dari periode itu pelembagaan berbagai aspek logistik dalam struktur organisasi perusahaan swasta dan publik tak terhitung jumlahnya.

 5. Tahun diluar 1978 (toward Integrated Logistics)
   Manajemen logistik memberikan logika yang dibuat menjadi lima alasan
   1.  Alasan pertama adalah kegiatan logistik mempunyai pekerja yang paling intensif dan tepat.
integrated logistical management
  2. Alasan kedua adalah bahwa konsep sempit akan menimbulkan terjadinya disfungsional dan pemikiran yang negatif.
   3. Alasan ketiga mengemukakan bahwa persyaratan untuk mengkontrol setiap jenis operasi harus sama atau serupa.
   4.  Alasan Keempat adalah sistem yang baru dan inovatif akan terbit dan membuat fasilitas logistik.
   5.  Alasan ke lima adalah manajemen logistik itu sebuah persyarat dari sebuah pemecahan


TM-5 Integrated Logistics and Logistical System Components

1. Integrated Logistics
Integrated Logistics terdiri dari dua bagian yaitu :
1.Logistical Coordination
2.Logistical Operation

1. Physical Distribution
  Manaejemen distribusi adalah fisik mengelola segala perpindahan yang memiliki tujuan akhir si costumer. Physical Distribution akan berkoneksi antara para enterprise, whosaler, dan retailer kepada customer
2. Material Management
  Material manajemen melihat dari suatu proses pembelian dan perpindahan material, part, dan finished Inventory dari suatu pembelian ke lokasi manufacturing. Physical Distributions maupun materials management dua duanya memperhatikan perpindahan barang, Perbedaannya adalah Physical Ditribution mengatur segala perpindahan barang yang mengaturperpindahan barang yang keluar dari manufacturing ke customer.

2.Komponen Sistem Logistik
   Pertama suatu perusahaan menginginkan tingkat kecocokan yang tinggi dengan perusahaan lain dalam suatu saluran distribusi namun persekutuan tersebut hanya terbatas pada kesepakatan dalam kebijakan dan program antar organisasi yang lazim. Risiko dari pelaksanaan fungsi adalah masalah yang dirundingkan. Keputusan mengenai siapa yang akan melaksanakan fungsi itu adalah masalah yang dirundingkan, maka masing masing perusahaan terlibat dalam pemasaran atau pembelian secara legal harus membuat pengaturan sendiri untuk melaksanakannya bagiannya dalam tanggung jawab logistik dan itu saluran keseluruhannya hasil dari perundingan merupakan hasi perencanaan sistem logistik.

   Kedua, perusahaan pengangkutan atau pergudangan memiliki peran yang sangat penting dalam sistem logistik. Perantara merupakan pengganti bagi pelaksanaan fungsi logistik tertentu dari perushaan itu sendiri. Meskipun untuk perantara yang dipekerjakan itu hanya memikul resiko yang hanya untuk pelaksaan usaha tersebut, namun apabila perantara masuk ke dalam logistik tersebut, ia dianggap bersedia menerima pengarahan dan pengawasan dari nasabahnya.
Ada 5 komponen yang tergabung pada sistem Logistik Yaitu 
1. Fasilitas Lokasi
2. Transportasi(transportasi)
3. Persediaan(Inventory)
4. komunikasi(Communication)
5. Penanganan dan penyimpanan(handling and storage)


 TM-6 Mutimodal Transportasi 

Pengertian Combined Transport
   Transportasi gabungan adalah bentuk intermodal yang merupakan pergerakan barang dalam satu muatan unit yang serupa atau jalur kendaraan, menggunakan terus menerus dua atau lebih moda transportasi penanganan barang tersebut dalam sebuah mode. Transportasi gabungan adalah bagian dimana dari perjalanan adalah kereta api, jalur air di daratan, dan laut.

Dalam pengiriman barang terdapat 4 cara angkutan yaitu :
1. CY system (door to door)
2. CFS system (from go down port till godown port)
Service pengiriman
Service terdiri dari 4 macam
1. Containerd Yard (CY)
    Container yard system adalah para consignee dapat menerima barang tersebut langsung di tempat yang diinginkan consigneenya
2. CFS system (CFS)
    CFS system adalah muatan barang kontainer yang diangkut dalam kondisi dari pelanbuhan sampai ke pelabuhan lagi. Dengan system ini si pembeli hanya dapat menerima barang dari gudang pelabuhan.
3.Full Container Loaded(FCL)
  Full Container System Adalah system yang hanya menyewa containernya saja dan mengirim barang ke alamat untuk satu penerima dan tidak banyak.
4. Sistem Less than Container Loaded(LCL)
  Sistem ini hanya dapat diisi dengan barang barang yang dapat diisi oleh beberapa shipper atau cosignee


Kerjasama MTO (LSC) dengan pihak ke 3
1.VSA(Vessel Share Agreement)
   Adalah perusahaan pemilik kapal untuk disewa
2. CCA (Conecting carier Agreement)
  Adalah perusahaan pemilik  feeder(pengumpan)
3. Inland Hanlage
    Adalah perusahaan yang memiliki moda moda transportasi darat

Inland Hanlage dibagi menjadi 2 yaitu :
1. MLB(Miniland Bridge)
    Adalah biaya sudah dibayar dengan seluruhnya oleh pembeli ke perusahaan freight forwarder
2. IPI(Intercon Point Intermodal)
    adalah biaya belum sepenuhnya dibayar oleh pembeli,dan harus bayar kembali ke perusahaan.


#TM14.010617 PTL(2)

No Nama Darat Rail Laut Udara 1 Konvensi ...